Tubuh bergerak, gerakan bermigrasidengan atau tanpa suara, dengan atau tanpa pilihan. Di antara ketercerabutan dan keterlihatan, alasan untuk pergi selalu beragam. Sering disederhanakan dalam hasrat manusia yang paling sederhana: karena bertahan, melawan, ataupun keberlanjutan. Namun, itu tak pernah sepenuhnya terucap. Karena yang penting bukan hanya alasan, melainkan seluruh prosesnya: kini berupa batas-batas yang terlintas dan pertanyaan yang terus diulangmengapa, bagaimana. Dahulu, ia menyaru dalam laku tubuh yang diam-diam bersaksi, dalam gema tanah yang ditinggalkan, dan patahan waktu yang kekal tersimpan.
Karya ini lahir dari pengamatan yang rapat, dari tubuh-tubuh yang berpindah melintasi ras, suku, dan warna kulittermasuk tubuh senimannya sendiri. Body Migration I Do(nt) Want membawa kita menuju suara dan tubuh dari kenangan-kenangan yang telah dipindahkan, perasaan-perasaan yang mencoba pulang.
Dalam karya ini, gerak bukan sekadar koreografi. Ia menjelma menjadi berbagai cara: untuk merakit ulang yang tercerai, merebut kembali yang terlupakan, mengingat yang tak sempat dikisahkan. Isyarat dan irama hadir sebagai pengingat, menggenggam yang tercerabut, berpindah di antara-antara ingatan, nostalgia, dan getaran inderawi.
Body Migration I Do(nt) Want adalah karya Siska Aprisia yang dikembangkan selama program residensi REFLEKT bersama TanzFaktur di Cologne, Jerman, tahun 2024. REFLEKT adalah program residensi inisiatif Goethe-Institut Asia Tenggara yang membuka ruang bagi kolaborasi artistik lintas batas, perenungan kritis, dan pembelajaran kreatif yang tak henti-hentidimulai sejak tahun 2023.