DARK SOLANUM + mula-mula hadir sebagai sebuah gestur yang tenang namun radikal, sebuah pencarian yang diwujudkan lewat tubuh, menelusuri ketegangan dan pertemuan antara tradisi, queerness, dan kesadaran spiritual. Mengacu pada tari lengger dari Banyumas, karya koreografi ini menempatkan tubuh sebagai arsip sekaligus orakel: ruang hidup tempat ambiguitas gender, ritual, dan gema lampau bertemu.
Pendekatan Otniel terhadap lengger cermat dan saksama. Ia tidak menghadirkannya secara nostalgik maupun didaktik; sebaliknya, tubuh menjadi bahasa yang memungkinkan bentuk ini bercakap tentang ketegangan internal dan daya spiritual secara senyap. Apa yang terjadi ketika seorang seniman memulai bukan dengan produksi, tetapi dengan mendengarkan tubuh, keheningan, dan ruang? Apa yang muncul ketika gagasan dibiarkan tumbuh secara organik, dalam proses yang menghargai riset sebagai bentuk, bukan sebagai alat menuju hasil semata?
Ide untuk DARK SOLANUM + sebagian dikembangkan selama residensi tiga bulan di SAVVY Contemporary, Berlin - sebagai bagian dari program residensi REFLEKT yang diinisiasi oleh Goethe-Institut Asia Tenggara. Bagi Otniel, masa ini tak hanya ditujukan untuk produksi, melainkan juga sebagai ruang untuk hadir sepenuhnya, sebuah jeda yang memberi ruang baginya terhadap praktik mendengarkan: pada kota, pada sejarah yang tak tercatat, pada ritme yang asing. Melalui perjalanan ke memorial, makam, dan ruang publik yang hening, sang seniman membiarkan pengalaman sensorik membimbing proses pencariannya. Tubuh menjadi alat navigasi: pengindraannya terus melacak hal-hal yang berkelindan dengan trauma, memori, dan spiritualitas lokal. DARK SOLANUM + ditampilkan perdana di Yogyakarta pada bulan Juni 2025.
Setelah penampilan, program akan dilanjutkan dengan bincang-bincang bersama Otniel Tasman dengan mengundang moderator Josh Marcy.
Tim Kerja
Koreografer: Otniel Tasman berkolaborasi dengan Nova Ruth, Agha Praditya dan Mariska Setiawan | Dramaturg: Lim How Ngean | Art Director: S. Sophiyah. K. | Artistic Director: Byakta Babam | Stage Manager: Kristanto | Producer: Dina Triastuti