Musik yang dipersembahkan bagi Santa Perawan Maria mencakup lebih dari satu milenium sejarah Kekristenan; sejak kidung Gregorian, mahakarya musik klasik, hingga gubahan kontemporer. Tradisi musik yang panjang nan kaya ini menjadi sarana doa dan penghormatan di berbagai denominasi Kristen.
Nyanyian tertua dalam khazanah musik Kristen berasal dari kidung Gregorian dan menjadi dasar bagi liturgi yang menghormati Santa Perawan Maria. Para komposer ternama sering kali menjadikan Santa Perawan Maria sebagai sumber inspirasi kreatif untuk menciptakan gubahan paduan suara yang megah. Madah tradisional yang indah menjadi bagian dalam buku-buku nyanyian paroki untuk keperluan liturgi maupun devosi yang menghormati Santa Perawan Maria.
Konser ini menghadirkan 12 gubahan yang dipersembahkan sebagai penghormatan kepada Santa Perawan Maria, dimulai dari kidung kuno abad pertengahan yang tenang dan damai, madah tradisional yang indah, hingga gubahan-gubahan klasik-kontemporer yang agung dan megah, yaitu:
1. Salve mater misericordiae (Gregorian chant)
2. Beata es, virgo Maria (Giovanni Pierluigi da Palestrina)
3. Magnificat (Arvo Pärt)
4. Totus tuus Op. 60 (Henryk Mikołaj Górecki)
5. Sub tuum praesidium (Domenico Bartolucci)
6. Ave Maria (Pietro Mascagni)
7. Ave Maria, dolce Maria (Vittoriano Benvenuti)
8. Tota pulchra es, Maria (Anton Bruckner)
9. Rosarium Beatae Virginis Mariae (Pau Casals)
10. Recordare, Virgo Mater (Pau Casals)
11. Salve Montserratina - Mater Amabilis (Bernat Vivancos)
12. O santissima (Marco Frisina)
Gubahan-gubahan tersebut akan diiringi orgel pipa virtual Hauptwerk dan penampilan solo Oswin Wilke (tenor) akan semakin menambah semaraknya acara konser ini.