Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ada beberapa hal yang perlu dipahami agar puasa tetap sah, salah satunya mengetahui yang membatalkan puasa. Banyak orang hanya tahu bahwa makan dan minum bisa membatalkan puasa, padahal ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan.

Dengan memahami apa saja yang membatalkan puasa, kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan menghindari hal-hal yang membuat puasa menjadi tidak sah.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Hal paling umum dari yang membatalkan puasa adalah makan dan minum secara sengaja pada siang hari, yaitu sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Jika seseorang makan atau minum dengan sadar bahwa dirinya sedang berpuasa, maka puasanya batal. Ia wajib mengganti puasa tersebut di hari lain setelah Ramadan.

Namun berbeda jika seseorang makan atau minum karena lupa. Dalam kondisi ini, puasa tetap sah dan boleh dilanjutkan setelah ia ingat bahwa dirinya sedang berpuasa.

2. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari

Berhubungan suami istri pada siang hari saat Ramadan juga termasuk yang membatalkan puasa. Bahkan, pelanggaran ini memiliki konsekuensi yang cukup berat.

Selain wajib mengganti puasa di hari lain, pelakunya juga harus membayar kafarat. Kafarat tersebut dapat berupa berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan kepada 60 orang miskin jika tidak mampu melakukannya.

Karena itu, pasangan suami istri dianjurkan untuk menahan diri hingga waktu berbuka puasa.

3. Muntah dengan Sengaja

Hal lain yang termasuk yang membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja. Misalnya seseorang memicu muntah dengan memasukkan jari ke tenggorokan atau melakukan sesuatu yang sengaja membuatnya muntah.

Namun jika muntah terjadi secara tidak sengaja karena sakit atau mual, maka puasa tetap sah dan tidak perlu diganti.

4. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluarnya air mani karena rangsangan yang disengaja juga termasuk yang membatalkan puasa. Misalnya melalui onani atau aktivitas yang memicu keluarnya air mani secara sengaja.

Jika hal ini terjadi, puasa menjadi batal dan harus diganti di hari lain.

Namun jika air mani keluar karena mimpi basah saat tidur, puasa tetap sah karena hal tersebut terjadi di luar kendali seseorang.

5. Haid dan Nifas

Bagi perempuan, datangnya haid atau nifas termasuk yang membatalkan puasa. Jika seorang wanita mengalami haid saat sedang berpuasa, maka puasanya otomatis batal.

Perempuan yang sedang haid tidak diwajibkan berpuasa selama masa tersebut. Namun setelah Ramadan selesai, puasa yang ditinggalkan tetap harus diganti di hari lain.

Hal ini merupakan ketentuan dalam syariat yang bertujuan memberi keringanan bagi perempuan.

Bolehkah Membaca Alquran Saat Haid di Bulan Ramadan?

Pertanyaan yang sering muncul saat Ramadan adalah apakah perempuan yang sedang haid boleh membaca Alquran.

Pendapat ulama mengenai hal ini memang berbeda. Sebagian ulama berpendapat bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh membaca Alquran secara langsung dari mushaf.

Namun ada juga pendapat ulama yang memperbolehkannya dalam kondisi tertentu, seperti untuk tujuan belajar, menghafal, atau membaca tanpa menyentuh mushaf secara langsung.

Saat ini banyak ulama juga memperbolehkan membaca Alquran melalui aplikasi di ponsel karena tidak dianggap sebagai mushaf fisik.

Selain itu, perempuan yang sedang haid tetap bisa melakukan banyak ibadah lain selama Ramadan, seperti:

  • Berzikir
  • Mendengarkan tilawah Alquran
  • Berdoa
  • Bersedekah
  • Mengikuti kajian agama

Dengan begitu, meskipun tidak berpuasa, pahala ibadah tetap bisa didapatkan selama bulan Ramadan.

6. Hilang Akal atau Pingsan Sepanjang Hari

Seseorang yang kehilangan kesadaran atau akal sepanjang hari juga termasuk kondisi yang membatalkan puasa.

Misalnya seseorang pingsan sejak sebelum subuh hingga setelah maghrib tanpa pernah sadar. Dalam kondisi ini, puasanya dianggap tidak sah dan perlu diganti di hari lain.

Namun jika ia sempat sadar walaupun sebentar di siang hari, sebagian ulama berpendapat bahwa puasanya masih sah.

7. Murtad atau Keluar dari Islam

Hal paling berat dari yang membatalkan puasa adalah murtad atau keluar dari agama Islam.

Jika seseorang keluar dari Islam, maka seluruh ibadahnya termasuk puasa menjadi tidak sah. Oleh karena itu, menjaga keimanan dan niat beribadah sangat penting selama menjalankan puasa.

Kesimpulan

Mengetahui yang membatalkan puasa sangat penting agar ibadah puasa yang dijalankan tetap sah dan sesuai dengan ajaran Islam. Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa antara lain makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, muntah dengan sengaja, keluarnya air mani karena rangsangan, serta datangnya haid atau nifas.

Bagi perempuan yang sedang haid, puasa memang tidak diwajibkan, tetapi tetap harus menggantinya setelah Ramadan. Meski begitu, mereka masih bisa melakukan banyak ibadah lain, termasuk membaca Alquran menurut sebagian pendapat ulama, terutama jika dilakukan tanpa menyentuh mushaf secara langsung.

Dengan memahami aturan ini, ibadah puasa selama Ramadan bisa dijalankan dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.

Temukan pembahasan mengenai destinasi wisata dan rekomendasi kuliner lezat serta menarik lainnya hanya di artikel GOERS .

Atau kamu ingin berkunjung ke berbagai tempat wisata favorit dan event seru lainnya? Pesan tiketnya dan dapatkan penawaran menarik lainnya di GOERS!

Write A Comment