Shorts: Compilation 2 (15/03/2020)
About This Experience
Shorts 2:
Ani dan Waktu yang Mundur
A film by Arif Khoirul Alim 2019 / 11 minutes / Indonesia / Drama / 15+
Ani mendapati dirinya bukan saja berbeda. Ia bahkan seakan tak bisa nyambung dengan orang lain dan lingkungan sekelilingnya, di mana segalanya berjalan mundur. Dan ia sendiri seakan-akan dianggap tidak ada. Ani dan Waktu yang Mundur menggunakan trik penceritaan yang cukup jamak dilakukan, yaitu penggabungan animasi dan live-action serta footage yang bisa diputar mundur. Namun penggunaan dan penyajiannya pada kadar dan konteks yang tepat memberikan efek yang membekas. Kita diajak ikut merasakan apa yang Ani rasakan. Animasi kombinasi live-action pendek ini menjadi wakil Indonesia dalam ajang DigiCon6 Asia Short Movie Contest yang ke-21, yang diadakan oleh Tokyo Broadcasting System.
Klayaban
A film by Farishad Latjuba
2004 / 14 minutes / Drama / Indonesia / 15+
Peristiwa 1965 tidak hanya memunculkan korban dari sekitaran dalam negeri saja. Beberapa orang Indonesia yang berada di luar negeri juga menjadi korban akibat peristiwa tersebut. Salah satu istilahnya adalah mereka dibui tanpa jeruji. Mereka kehilangan kewarganegaraan, tidak bisa pulang, dan terpaksa menetap guna menyambung hidup mereka yang tidak lagi dianggap. Klayaban berkisar di pusaran itu. Terinspirasi dari Razia Agustus dari Sobron Aidit, Klayaban bercerita tentang pemilik restoran Indonesia di Praha, Cekoslowakia. Pemilik restoran ini adalah salah seorang penyintas peristiwa 1965. Suatu ketika, dia bertemu dengan Ahmad dari Jombang yang meminta pekerjaan kepadanya. Dua ideologi bertemu dalam satu papan catur dan suatu malam, datang dua orang pembeli yang tidak diharapkan membuka luka lama.
Suburbia
A film by Winnie Benjamin
2019 / 29 minutes / Drama / Indonesia / 15+
Seru rasanya untuk berimajinasi soal masa depan, tapi seketika menjadi tidak mengasyikan lagi jika membayangkannya harus beranjak dari titik hari ini. Suburbia mencoba berandai-andai apa jadinya negara terlalu mencampuri urusan personal. Asmara selalu didesak oleh pihak lain selain pasangan. Dulu (atau bahkan masih sekarang?) orang tua banyak berperan dalam perjodohan atas nama masa depan anak yang lebih baik. Masa depan dalam Suburbia adalah negara yang mengatur siapa dengan siapa. lewat tes darah. Kebahagiaan dua orang adalah dasar dan cinta adalah kemerdekaan, namun jika zaman menuntut adanya kekonyolan lewat memenjarakan individunya, apakah pengembangan teknologi nantinya masih layak disebut sebagai kemajuan zaman?
Rumah Bitha
A film by Hindra
2019 / 13 minutes / Drama / Indonesia / 15+
Rumah Bitha adalah cerita lain dari perkawinan. Maritha dan Obit tinggal bersama dalam satu atap bersama anak mereka Bitha namun tidak ada ruang-ruang intimasi suami istri. Tidak ada kedekatan fisik, tidak ada ruang tidur bersama. Ketika Ibunya Maritha datang, beliau melihat langsung kejadian yang selama ini tak diketahuinya. Dalam suatu hari, Maritha dan Ibunya duduk bersama dan bercerita apa yang membuatnya bertahan. Apakah ilusi layak dinyatakan demi sebuah kebahagiaan yang dianggap lebih penting? Setelahnya kita bisa bertanya kepada keluarga kita masing-masing: sudah berkorban sejauh apa untuk keluarga?
More Details About This Event
About Creator
Frequently Asked Questions
You Might Also Like
Information
Publish Event on Goers
Solution for Venue Owner
Download Brochures
Goers Experience Manager
Point of Sales
Ticket Scanner
Pricing
Experience Business
New Normal Solution
Online Event Management
Sport Venue & Event
Theme Park
Tour & Travel
Exhibition
Music & Concerts
Seminar
Kuningan, Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan 12920






