Bagi banyak orang, sahur sering terasa sebagai bagian paling berat dari puasa. Harus bangun lebih pagi dari biasanya, menahan kantuk, lalu makan dalam kondisi setengah sadar. Tak jarang, sahur dilakukan mendekati imsak dengan menu seadanya, bahkan ada yang memilih melewatkannya sama sekali.

Padahal, sahur memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan tubuh dan kualitas ibadah selama Ramadhan. Sahur bukan hanya tentang mengisi perut sebelum puasa, tetapi juga tentang menyiapkan fisik, mental, dan spiritual agar mampu menjalani puasa dengan lebih baik.

Kenapa Sahur Tidak Boleh Dianggap Sepele

Sahur menjadi sumber energi utama saat tubuh harus menahan lapar dan haus dalam waktu lama. Tanpa sahur, tubuh akan lebih cepat merasa lemas, sulit fokus, dan mudah mengalami gangguan seperti pusing atau mual. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas seharian.

Dari sisi ibadah, sahur juga termasuk amalan sunnah yang dianjurkan. Artinya, sahur bukan kewajiban mutlak, tetapi sangat disarankan karena mengandung keberkahan yang besar.

Manfaat Sahur bagi Kesehatan Tubuh

Salah satu manfaat utama sahur adalah membantu menjaga daya tahan tubuh selama puasa. Asupan makanan di waktu sahur memberikan nutrisi penting agar organ tubuh tetap berfungsi dengan optimal meskipun tidak menerima asupan selama berjam-jam.

Sahur juga berperan dalam mencegah dehidrasi dan kelelahan. Kurangnya cairan dan energi dapat memicu sakit kepala, tubuh gemetar, hingga menurunnya konsentrasi. Dengan sahur yang cukup dan seimbang, risiko tersebut bisa dikurangi.

Namun, manfaat ini sangat bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan terlalu manis atau tinggi garam justru membuat tubuh lebih cepat haus dan lapar di siang hari.

Pilihan Asupan yang Dianjurkan Saat Sahur

Agar sahur benar-benar memberi dampak positif, menu yang dikonsumsi sebaiknya mengandung nutrisi lengkap dan seimbang.

Karbohidrat kompleks menjadi pilihan terbaik karena dicerna lebih lambat oleh tubuh. Nasi merah, roti gandum, dan oatmeal membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana.

Protein juga memiliki peran penting. Asupan protein membantu menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan memperkuat sistem kekebalan. Sumber protein bisa berasal dari telur, ayam tanpa lemak, ikan, tempe, tahu, susu, serta kacang-kacangan.

Sayur dan buah melengkapi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. Serat membantu pencernaan tetap lancar dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Buah seperti kurma, pisang, pepaya, apel, dan alpukat cocok dikonsumsi saat sahur, sementara sayur berkuah seperti bayam bening atau sup ayam jahe membantu menjaga cairan tubuh.

Air putih tidak kalah penting. Memenuhi kebutuhan cairan saat sahur membantu tubuh terhindar dari dehidrasi selama puasa. Selain air putih, minuman elektrolit juga bisa menjadi pilihan karena membantu cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Keutamaan Sahur dalam Ajaran Islam

Dalam Islam, sahur memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.

عن أنس رضي الله عنه قال صلى الله عليه و سلم:
تسحروا فإن في السحور بركة (رواه الشيخان)

Artinya:
“Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda: Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan.”

Anjuran ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari tuntunan Rasulullah SAW.

Bahkan, sahur tetap dianjurkan meskipun hanya dengan seteguk air.

وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:
تسحروا ولو بجرعة من ماء (رواه ابن حبان)

Keberkahan Sahur Menurut Hadis

Keistimewaan sahur tidak berhenti pada manfaat fisik. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:
السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين (رواه أحمد)

Ini menjadi pengingat bahwa sahur adalah amalan sederhana dengan ganjaran yang besar.

Dalam beberapa riwayat juga disebutkan bahwa makanan sahur termasuk makanan yang tidak dihisab oleh Allah SWT, sebagaimana makanan berbuka dan makan bersama saudara.

Dampak Spiritual dari Sahur

Bangun di waktu dini hari untuk sahur memberi kesempatan bagi seorang Muslim untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Waktu ini sangat baik untuk berdoa, berdzikir, dan mempersiapkan diri secara batin sebelum menjalani puasa.

Kebiasaan sahur juga melatih keteguhan iman dan disiplin. Memilih bangun saat kebanyakan orang masih terlelap merupakan bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Dengan kondisi tubuh yang lebih siap, kualitas ibadah di siang hari pun cenderung meningkat.

Sahur sebagai Ciri Khas Puasa Umat Islam

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab.

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر

Imam Nawawi menjelaskan bahwa perbedaan ini terletak pada anjuran sahur bagi umat Islam, sementara umat lain tidak melakukannya.

Sahur bukan sekadar rutinitas sebelum puasa, melainkan amalan yang mengandung manfaat besar bagi tubuh dan jiwa. Dengan sahur yang tepat, puasa terasa lebih ringan, kesehatan lebih terjaga, dan ibadah dapat dijalani dengan lebih khusyuk.

Jika selama ini sahur sering dilewatkan karena rasa malas atau kantuk, mungkin Ramadhan kali ini bisa menjadi titik awal untuk membiasakan diri. Karena di balik sahur yang sederhana, tersimpan keberkahan yang luar biasa.

Temukan pembahasan mengenai destinasi wisata dan rekomendasi kuliner lezat serta menarik lainnya hanya di artikel GOERS .

Atau kamu ingin berkunjung ke berbagai tempat wisata favorit dan event seru lainnya? Pesan tiketnya dan dapatkan penawaran menarik lainnya di GOERS!

Write A Comment