Tunjangan Hari Raya atau THR selalu menjadi momen yang paling dinantikan menjelang Lebaran. Uang tambahan ini sering dianggap sebagai kesempatan untuk memanjakan diri setelah bekerja keras sepanjang tahun. Namun, tanpa perencanaan yang matang, THR justru sering habis dalam waktu singkat untuk belanja impulsif dan kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.
Padahal, dengan menerapkan tips bijak kelola THR, kamu bisa memanfaatkan uang tahunan ini bukan hanya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang. Pengelolaan yang tepat akan membuat THR terasa lebih “panjang umurnya” dan benar-benar memberi manfaat nyata.
Menentukan Prioritas sebagai Langkah Awal
Langkah pertama dalam tips bijak kelola THR adalah menentukan prioritas pengeluaran sejak awal. Begitu THR diterima, hindari langsung membelanjakannya tanpa arah. Luangkan waktu untuk mengevaluasi kebutuhan yang paling penting dan mendesak.
Kebutuhan tersebut bisa berupa keperluan Lebaran, berbagi dengan orang tua, membayar kewajiban tertentu, atau menyisihkan dana untuk masa depan. Dengan memiliki daftar prioritas, kamu akan lebih mudah menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu.
Menyusun Anggaran agar Pengeluaran Terkontrol
Setelah menentukan prioritas, langkah berikutnya adalah membuat anggaran. Anggaran membantu kamu membagi THR ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan pokok, berbagi dengan keluarga, tabungan, dan dana darurat.
Dalam praktik tips bijak kelola THR, anggaran bukan berarti membatasi kebahagiaan, melainkan memastikan bahwa setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas. Dengan cara ini, risiko boros dapat diminimalkan tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Menghindari Jebakan Diskon dan Belanja Impulsif
Diskon besar menjelang Lebaran sering kali menjadi godaan terbesar. Banyak orang membeli barang hanya karena harga miring, bukan karena benar-benar membutuhkan. Inilah salah satu kesalahan paling umum dalam mengelola THR.
Salah satu tips bijak kelola THR yang efektif adalah menunda keputusan belanja. Beri jeda waktu sebelum membeli sesuatu dan tanyakan kembali pada diri sendiri apakah barang tersebut memang diperlukan. Cara sederhana ini dapat menghemat banyak uang.
Pentingnya Dana Darurat dari THR
Selain kebutuhan Lebaran, THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat dana darurat. Dana ini sangat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti biaya kesehatan atau kebutuhan mendesak lainnya.
Menyisihkan sekitar 10–20 persen THR untuk dana darurat merupakan bagian penting dari tips bijak kelola THR. Dengan dana ini, kamu tidak perlu bergantung pada utang atau pinjaman berbunga tinggi saat terjadi situasi darurat.
Belanja Cerdas dan Fokus pada Manfaat Jangka Panjang
Belanja cerdas berarti tidak hanya melihat harga, tetapi juga kualitas dan kegunaan jangka panjang. Barang berkualitas yang tahan lama sering kali lebih menguntungkan dibandingkan barang murah yang cepat rusak.
Dalam tips bijak kelola THR, belanja cerdas juga berarti tidak terbawa suasana. Baik saat berada di pusat perbelanjaan maupun saat menjelajah marketplace, keputusan belanja sebaiknya tetap rasional.
Menabung dan Mempersiapkan Masa Depan
THR bisa menjadi momentum yang tepat untuk membangun kebiasaan menabung. Meskipun jumlahnya tidak besar, menyisihkan sebagian THR untuk tabungan atau deposito dapat memberikan dampak positif di masa depan.
Kebiasaan ini merupakan bagian penting dari tips bijak kelola THR, karena membantu kamu berpikir jangka panjang dan tidak hanya fokus pada kebutuhan sesaat.
Berbagi melalui Zakat dan Sedekah
Lebaran identik dengan berbagi. Menyisihkan THR untuk zakat dan sedekah bukan hanya kewajiban bagi yang mampu, tetapi juga cara untuk menyeimbangkan pengelolaan keuangan.
Dalam tips bijak kelola THR, aspek sosial dan spiritual menjadi bagian yang tak terpisahkan. Berbagi dapat memberikan ketenangan batin sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
Melunasi Utang agar Keuangan Lebih Lega
Jika memiliki utang, THR dapat dimanfaatkan untuk menguranginya. Prioritaskan utang dengan bunga tinggi atau tenggat waktu terdekat agar beban keuangan berkurang.
Melunasi utang adalah langkah strategis dalam tips bijak kelola THR, karena setelah utang berkurang, pengelolaan keuangan bulanan akan terasa lebih ringan.
Memulai Investasi Secara Bertahap
Selain menabung, investasi juga bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan THR. Instrumen seperti emas atau reksa dana cocok bagi pemula karena relatif mudah dipahami.
Dalam tips bijak kelola THR, investasi sebaiknya dilakukan dengan riset dan disesuaikan dengan profil risiko, agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan kerugian.
Evaluasi Pengeluaran Setelah Lebaran
Setelah Lebaran berlalu, penting untuk mengevaluasi penggunaan THR. Dengan evaluasi ini, kamu bisa mengetahui apakah pengelolaan keuangan sudah efektif atau masih perlu diperbaiki.
Langkah evaluasi ini melengkapi rangkaian tips bijak kelola THR agar di tahun berikutnya pengelolaan keuangan bisa menjadi lebih baik.
THR Lebaran 2026 Cair Bulan Apa?
Berdasarkan SKB 3 Menteri Tahun 2026 tentang Hari Libur Nasional, Idulfitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026. Namun, pemerintah tetap akan menetapkan tanggal resmi Lebaran melalui Sidang Isbat dan pengamatan hilal.
Sementara itu, Muhammadiyah melalui metode hisab menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung pada rentang 20–22 Maret 2026.
Perkiraan Pencairan THR Lebaran 2026
Mengacu pada aturan pembayaran THR yang dilakukan H-7 hingga H-10 sebelum hari raya, maka estimasi pencairan THR adalah:
- 10–13 Maret 2026, jika Lebaran jatuh pada 20 Maret
- 11–15 Maret 2026, jika Lebaran jatuh pada 21–22 Maret
Dasar Hukum dan Sanksi Pembayaran THR
Pemberian THR diatur dalam Permenaker No. 6 Tahun 2016 serta diperkuat oleh UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020. Perusahaan wajib membayar THR secara penuh dan tidak boleh dicicil.
Perusahaan yang terlambat atau tidak membayar THR akan dikenakan denda 5% dari total THR, serta sanksi administratif hingga pembekuan kegiatan usaha. Oleh karena itu, ketepatan perhitungan dan pembayaran menjadi hal yang sangat krusial.
Cara Menghitung THR Karyawan
Besaran THR ditentukan berdasarkan status dan masa kerja karyawan. Karyawan tetap menerima THR sebesar satu bulan gaji, sedangkan karyawan kontrak, harian lepas, karyawan baru, karyawan cuti, maupun yang mengundurkan diri dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.
THR seharusnya menjadi sumber kebahagiaan, bukan penyesalan. Dengan perencanaan yang matang dan kesadaran finansial, THR dapat menjadi alat untuk memperkuat kondisi keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kelola THR dengan cerdas agar manfaatnya tidak hanya terasa saat Lebaran, tetapi juga setelahnya